Selamat Datang Di Sisi Lain. Copas Dizinkan Jika Tidak Keberatan Mohon Sertakan Linkback. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Anda Sebelum Pergi. Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Thxz Too Blogspot.

Selasa, 30 November 2010

Mokele-Mbembe Monster Dari Kongo

Selamat siang n salam damai untuk kita semua.
Setelah mengalami sakit gigi parah selama sehari penuh terhitung dari siang kemarin akhirnya saya bisa juga kembali berbagi ilmu dengan anda.
Kali ini saya akan membahas mengenai suatu mahkluk legenda yang ada di Negara Kongo…..
Mokele-Mbembe……Mokèlé-mbèmbé: yang berarti "sesuatu yang menahan aliran sungai" dalam Bahasa Lingala, adalah nama yang diberikan untuk sejenis cryptid yang mendiami sungai, yang ditemukan dalam cerita rakyat dan legenda rakyat yang tinggal di Lembah Sungai Kongo. Adapula yang menggambarkannya sebagai mahkluk hidup dan arwah.

Selain Nessie dari Danau Loch Ness, ternyata di rimba Kongo ditemukan makhluk sejenis. Penduduk lokal menyebutnya mokele-mbembe. Namun, mirip Nessie, keberadaannya masih misterius. Bukti masih beredar dari “mulut ke telinga”.
Cerita mokele-mbembe penghuni dasar danau ini berawal sejak tahun 1776, ketika sebuah cetakan jejak telapak kaki sepanjang sekitar 1 m ditemukan di permukaan lumpur di tepi sungai. Sebelumnya, ingatan kolektif soal ini sudah beredar di kalangan penduduk pribumi.






Dalam bahasa Lingala (salah satu bahasa di Kongo), mokele-mbembe berarti dia yang dapat menghentikan arus sungai. Dengan bangun tubuh sebesar kuda nil atau gajah afrika sepanjang 5 – 10 m arti tadi tidaklah berlebihan. Sosoknya umum digambarkan mirip sauropoda, yakni dinosaurus terbesar pemakan tumbuhan. Panjang leher hampir sama panjang ekornya, antara 1,6 – 3,3 m. Ada yang menggambarkannya berjumbai di kepalanya, mirip jengger ayam jantan. Bahkan ada yang mengaku melihat sepasang tanduk di kepalanya. Warna tubuhnya antara abu-abu hingga cokelat kemerahan. Kulitnya tebal, licin, dan tidak berambut.


Mokele-mbembe hidup di telaga atau daerah berawa-rawa di dekat sungai. Raksasa ini sering menyeberangi danau saat pindah dari sungai satu ke sungai lain. Seperti sauropoda, mokele memakan tumbuhan rawa. Makanan kesukaannya pohon malombo, yang terdiri atas Landolphia manii dan L. owariensis.
Mokele menjadi misteri karena jarang menampakkan diri. Seperti Nessie, ia lebih suka ngumpet di dalam air danau. Ia muncul saat kelaparan atau pindah ke lain rawa. Karena minim saksi itulah, banyak yang bilang binatang ini tak lebih dari kuda nil. Namun, orang-orang Pigmi penghuni daerah aliran sungai Likouala (Kongo) ngotot itu bukanlah kuda nil.


Jadilah kita terbengong-bengong! Masak orang asli di situ tidak bisa membedakannya dengan kuda nil? Apalagi mereka bilang mokele justru akan membunuh kuda nil yang dijumpainya. Jadi, mokele-mbembe itu benar-benar ada?


Itulah susahnya. Padahal tak kurang dari orang luar Afrika yang memberikan keterangan. Tahun 1913, Freiherr von Stein zu Lausnitz dikirim Pemerintah Jerman untuk mengeksplorasi Kamerun. Di sinilah ia mendengar cerita penduduk tentang mokele-mbembe yang menghuni daerah di sekitar Sungai Ubangi, Sangha, dan Ikelemba (Kongo). Menurut cerita yang sampai ke telinganya, binatang ini sebesar gajah atau kuda nil, tapi berleher panjang. Giginya hanya satu, tapi amat panjang, sampai-sampai orang menganggapnya itu tanduk. Mokele-mbembe juga memiliki ekor seperti buaya. Serunya lagi, von Stein mengaku melihat jejaknya di Sungai Ssombo.


Cuma batang kayu ?




Mokele-Mbembe
Dibandingkan dengan Nessie, mokele-mbembe memang kalah populer. Situs google.com, misalnya, memberikan sekitar 136.000 halaman mengenai monster dari Danau Loch Ness itu. Sementara kapling mokele-mbembe cuma 2.020 halaman. Selama ini cerita tentang monster ini hanya berasal dari penduduk di sekitar sungai di pedalaman Kongo. Seiring dengan masuknya pendatang, cerita tentang mokele pun bertambah.


Herman Reguster, seorang penjelajah berkebangsaan Jerman, mengaku berhasil memotret binatang itu di Telaga Tele pada tahun 1980. Sayang, jepretannya tidak bicara banyak. Justru menimbulkan keraguan karena banyak yang melihatnya sebagai punggung buaya. Ngenes-nya lagi, ada yang bilang itu hanyalah batang kayu! Toh Reguster ngotot dengan keyakinannya, sambil menyodorkan bukti tambahan berupa cetakan gips jejak kaki mokele-mbembe.


Sebelum kedatangan Herman Reguster, terhitung sudah puluhan ekspedisi diadakan. Tujuannya menemukan mokele-mbembe atau kerabatnya di jantung Afrika. Amerika, Jerman, Jepang, bahkan Afrika sendiri pun berlomba-lomba menguak “harta karun” kerabat brontosaurus ini. Tapi ya itu tadi, semakin banyak upaya semakin sedikit yang bisa diperoleh.


Ekspedisi paling awal dilakukan oleh Carl Hagenbeck, naturalis berkebangsaan Jerman pada 1909. Hagenbeck kesengsem pada mokele-mbembe setelah mendengarkan cerita dari sohibnya, Hans Schomburg, penjelajah asal Inggris. “Binatang-nya besar, setengah gajah setengah naga. Hidupnya di rawa-rawa Kongo,” begitu cerita yang membangkitkan semangat ingin tahunya Schomburg. Sayang, nafsu besar tak didukung stamina dan persiapan yang matang. Hagenback tidak dapat meneruskan ekspedisinya karena penyakit dan serangan dari penduduk pribumi.


Dua tahun kemudian, Smithsonian Institution di Washington, D.C. pun tertarik menguak binatang “serba setengah” ini. Dikirimkanlah 32 orang anggotanya. Enam hari mengubek-ubek hutan perawan Afrika, yang diperolehnya hanya jejak-jejak raksasa dan suara yang – menurut mereka – tidak serupa dengan suara binatang mana pun yang pernah dikenal.


Sama seperti Hagenback, ekspedisi ini juga kandas di tengah jalan. Penyebabnya, saat menumpang kereta api menuju daerah yang diklaim oleh peduduk lokal sebagai basisnya mokele-mbembe, gerbong kereta terbalik dan menewaskan empat anggota ekspedisi. Enam anggota lainnya menderita luka-luka.
Sepeninggal Smithsonian masih banyak ekspedisi dilakukan. Tahun 1932, Ivan Sanderson melakukan penjelajahan di Afrika dan menemukan jejak raksasa yang mirip jejak kuda nil. Padahal di daerah itu tidak 

ditemukan kuda nil. Menurut penduduk setempat, jejak itu milik mgbulueM’bembe. Jejak serupa ternyata ditemukan pula oleh James H. Powell, yang dua kali mengadakan ekspedisi (1972 dan 1976). Ketika ia menunjukkan gambar dinosaurus sauropoda, penduduk mengenalinya sebagai mokele-mbembe.

Tahun 1983 Marcellin Agnagna dari Kongo membuat kemajuan yang berarti dalam ekspedisinya. Ia melihat binatang raksasa yang keluar dari danau pada jarak sekitar 275 m. Kepala makhluk itu berwarna kemerahan dan mirip kepala buaya dengan mata lonjong. Ia yakin, binatang itu sejenis reptil, tapi bukan buaya, kura-kura, atau ular raksasa. Tahun 1987, sebuah tim dari Jepang mencoba merekam mokele-mbembe dengan kamera video. Sayangnya, hasil bidikan mereka kurang jelas dan tidak meyakinkan.

Tidak sendirian

Danau Tele




Mencari mokele-mbembe ibarat menemukan jarum di tumpukan jerami. Kondisi hutan Kongo yang rapat menyulitkan upaya itu. “Panas, peyakit, penduduk pribumi liar, serta takhayul berada di sekeliling mokele-mbembe,” kata Bill Gibbons, penjelajah yang ikut-ikutan mencari mokele. Hampir separuh wilayah Kongo tertutup hutan lebat yang nyaris tidak berubah selama 60 juta tahun lamanya.
Hutannya juga dipenuhi pohon berharga jual tinggi, seperti pohon mahogani dan limba. Jalan dan perkampungan sangat jarang ditemukan. Bahkan pemandu dan penduduk pribumi sering menolak mengantar peneliti masuk hutan meski dibayar mahal. Hutan perawan sepanjang Sungai Kongo adalah yang terganas, terpanas, dan paling jarang dikunjungi penjelajah. Jika memang benar ada, di sinilah tempat yang tepat bagi dinosaurus.


Wajar saja jika dari daerah yang tertutup itu berhembus cerita tentang monster atau makhluk sisa-sisa peradaban masa lampau. Mokele-mbembe tidak sendirian. Penduduk pribumi juga mengenal emelantouka, yang digambarkan sebagai pembunuh gajah atau gajah air. Makhluk ini mirip dinosaurus bertanduk, sosoknya sebesar gajah dan dengan tanduknya bisa membunuh gajah atau badak.


Dalam bukunya Eighteen Years on Lake Bangweulu, C.G. James melaporkan bahwa emelantouka hidup di Danau Bangweulu, Mweru, serta rawa-rawa Kafue di Zambia, juga di D. Tanganyika (Tanzania). Tahun 1933, menurut J.E. Hughes, penduduk Wa-Ushi pernah membunuh makhluk serupa di Sungai Luapula, yang terletak antara Danau Mweru dan Bangwelu di perbatasan Zaire dan Zambia.


Si pembunuh gajah ini ternyata juga dikenal di sekitar Danau Edward wilayah Zaire dan Uganda. Konon, pada tahun 1934, binatang yang dikenal dengan irizima ini terbunuh di Dongou, Kongo Utara. Selain di Dongou, binatang yang digambarkan sebagai kuda nil bertanduk ini sering muncul pula di daerah Epena dan Imfondo, masih di Kongo Utara.


Uniknya, meskipun mirip badak (karena tanduknya mirip cula), culanya tidak berambut seperti cula badak, melainkan mirip gading gajah. Roy P. Machal, ahli cryptozooid (ilmu yang mempelajari binatang misterius), yakin bahwa binatang yang di Kafue dikenal dengan chipekwe, sisa-sisa dinosaurus bertanduk seperti tricerops. Mungkin sejenis monoclonius atau centrosaurus.


Monster lain yang sering disebut-sebut adalah mbielu-mbielu-mbielu. Tampangnya mirip stegosaurus, binatang yang dipercaya memiliki lempengan keras di punggungnya. Dinosaurus ini lebih jarang dikenal karena lebih sering berendam di dalam air sungai. Hanya lempeng di punggungnya yang kelihatan. Ada monster lagi yang bernama nguma monene, piton raksasa. Cuma berbeda dengan ular sejenisnya, di punggung makhluk berpanjang antara 40 – 60 m ini terdapat semacam sisik tegak.


Wah, kalau begitu bukan ular dong! Cocoknya kadal raksasa. Penduduk sekitar biasanya menyamakan nguma monene ini dengan mbielu-mbielu-mbielu. Kedua monster ini hidup di daerah Sungai Dongou-Mataba di Republik Rakyat Kongo.
Menemukan danau baru

Karena minim bukti, banyak orang kemudian tidak yakin apakah monster-monster tadi benar-benar ada. Menurut Redmond O’Hanlon, penulis dan penjelajah Inggris, mungkin saja para saksi yang mengaku melihat binatang ini keliru melihat gajah liar. Robert T. Bakker, paleontolog dan penulis buku The Dinosaur Heresies juga menyangsikan adanya dinosaurus yang masih hidup. “Dinosaurus tidak bakal bertahan hidup sekarang. Mereka kalah bersaing dengan mamalia,” tegasnya.


Toh pencarian mokele-mbembe tetap saja dilakukan. Dampak positifnya, ditemukannya binatang-binatang baru seperti yang dialami William J. Gibbons kala melakukan penyelidikan di Kongo. Ia menemukan sisa-sisa tubuh monyet yang tidak dikenal sebelumnya. Setelah dibawa ke Inggris, para pakar binatang menyimpulkan bahwa monyet itu adalah spesies mangabey jenis baru (Cerocebus galeritus). Gibbon juga menemukan banyak spesies serangga dan ikan yang belum dikenal. Ekspedisi berikutnya, tahun 1992, bahkan menemukan dua danau baru yang sebelumnya tidak masuk peta: Danau Fouloukuo dan Tibeke.


Mereka yang percaya mokele-mbembe benar-benar ada mengacu kepada ditemukannya antelop jenis baru di Vietnam (Dunia yang Hilang di Vu Quang ). “Kemungkinan menemukan binatang besar jenis baru masih terbuka,” ujar Adam Davies dari Manchester. “Jika kami menemukan mokele, kami takkan mengusiknya. Tujuan utama kami adalah mendapatkan deskripsi akurat dan fotonya. Kemudian kami akan mengusulkan perlindungan menyeluruh bagi seluruh areal,” janji Davies.


Davies tergabung dalam Tim Ove Sundberg, sebuah tim gabungan dari Swedia yang ahli meneliti reptilia langka. Tim ini telah meneliti mokele-mbembe sejak tahun 2000. Ketuanya Jan-Ove Sundberg, ahli cryptozoologi yang pernah memburu monster laut di Danau Seljordvatnett di Norwegia.
Kendati diramalkan bakal menemui kegagalan, tim ini tetap optimistis. “Kita sedang menjelajahi sebuah daerah seluas dua kali Belgia yang tidak berubah selama jutaan tahun. Jika kita menemukan makhluk ini, akan menjadi sebuah alasan sangat kuat untuk melindungi seluruh habitatnya dari tekanan ekonomi,” kembali Davies yang pernah memburu orang pendek sumatra berjanji.

Penutup.



Maaf jika tidak ad hal yang saya bisa ungkapkan karena saya masih mengalami sakit gigi.hehe :)


Sumber : Wikipedia, harian-global [[Baca Selengkapnya....]] "Mokele-Mbembe Monster Dari Kongo..."

Senin, 29 November 2010

Update : Perilaku Manusia di Jaman Kali-Yuga

Masih inngatkah anda saat posting saya mengenai kaitan zaman kali-yuga dengan kiamat??
Jika anda belum sempat membacanya silahkan baca disini

Klik Disini

Nah kali ini saya sedikit mengupdatenya, berikut 6 sifat manusia d zaman kali-yuga yang menurut pandangan pribadi saya telah terjadi di zaman ini…Tatkala perang Bharatayudha berkecamuk dengan hebatnya di Kuruksetra, ada percakapan yang penting antara Prabu Madra (Sang Salya) dari pihak Korawa dengan kemenakan beliau Sang Nakula dari pihak Pandawa.
Prabu Madra mengingatkan bahwa kelak akan tiba jaman Kali, di mana sebagian besar umat manusia, yaitu 3/4 dari jumlah penduduk dunia akan cenderung berbuat adharma, sedangkan yang berbuat dharma tinggal 1/4 saja. 


Di jaman Kali manusia akan menghadapi peperangan yang lebih dahsyat daripada perang Bharatayudha. Peperangan itu bisa nampak dengan kasat mata dan bisa tidak nampak, tetapi akibatnya atau korban perangnya tiada henti, karena perang itu adalah perang antara dharma melawan adharma. Manusia hanya akan selamat dari korban perang jika ia memakai senjata Kalimusadha.
Jika disimak lebih jauh, pengertian kalimusadha yang artinya “obat di jaman kali” tiada lain adalah senjata menegakkan dharma. Senjata itu tidak berbentuk runcing atau mempunyai daya ledak hebat, tetapi berupa getaran dharma yang tiada lain bersumber pada kitab suci.


Singkatnya, senjata ampuh yang bisa menyelamatkan umat manusia di jaman kali hanyalah jika manusia itu berpegang pada inti-inti ajaran agama yang dapat menuntunnya ke jalan dharma.
Beberapa ahli peneliti menetapkan bahwa jaman Kali dimulai ketika Parikesit (cucu Arjuna) dinobatkan menjadi raja sekitar tahun 800 S.M (Sebelum Masehi) dan berakhir hingga nanti menuju saat pralaya (kiamat).


Selama jaman Kali getaran-getaran dan rangsangan manusia untuk berbuat adharma sangat besar, sehingga membentuk watak dan perilaku manusia yang adharma antara lain:


1. Atyanta kopah. Mudah marah dan kemarahannya meluap-luap tidak terkendali walaupun hanya karena hal-hal yang sepele. Kemarahan itu timbul dari ketidakpuasan karena keinginnannya tidak tercapai sehingga untuk melampiaskan ketidakpuasan itu mereka mencari sasaran korban sesama manusia.

2. Katukaa cawani. Manusia yang suka berkata-kata kasar, keras, membentak, berbohong, menipu, dan memfitnah karena merasa kepentingannya terancam ataupun ingin mencelakakan orang lain.

3. Daridrata. Manusia yang tidak pernah puas akan apa yang telah dimiliki sehingga menimbulkan sifat-sifat lobha, serakah dan sangat kikir, enggan berdana punia dan enggan membantu warga lain yang sedang kesusahan. Yang diutamakan hanya kepentingan dirinya sendiri.

4. Swajanesu Wairan. Manusia yang tega memusuhi keluarganya sendiri karena didorong oleh kepentingan-kepentingan atau ambisi pribadi.

5. Niica prasangga. Manusia yang melaksanakan tugas pekerjaannya bukan berdasarkan ketulusan hati nurani manusia sebagai mahluk sosial, tetapi semata-mata didorong oleh motivasi menggunakan kemampuannya untuk memperkaya diri sendiri tanpa memperhatikan segi sosial, yaitu kepentingan dan kesejahteraan umum atau fungsi pelayanan kepada masyarakat.

6. Kulahiina Sewa. Manusia yang menghambakan diri atau menjadi kaki tangan orang-orang bejat, yaitu orang-orang yang berperilaku dan berpikir adharma, menyimpang dari kaidah-kaidah ajaran agama.

Keenam sifat watak dan perilaku manusia itulah yang membawa dampak makin maraknya perbuatan-perbuatan adharma, makin melebarkan pengaruh getarannya kepada orang-orang suci yang berusaha mempertahankan dharma.

Nah setelah membaca artikel di atas, saya akan coba berikan anda contoh satu-persatu dari 6 sifat tersebut yang saya liat di kehidupan sekarang ini.

Notes : maaf jika contoh-contoh yang saya berikan berikut menyinggung anda. Sekali lagi ini hanya contoh yang saya liat secara nyata. Entah anda percaya anda percaya atau tidak.

1. Atyanta kopah, disana dijelaskan bahwa manusia itu mudah marah jka keinginan yang mereka inginkan tidak terpenuhi. Sebagai contoh : anda suka nonton suatu pertandingan sepak bola? Apa pernah terjadi kerusuhan supporter? Nah .. supporter tersebut rusuh akibat apa? Tentunya karena timnya kalah. Lempar-leparan batu, ada yang membawa senjata tajam, bahkan senjata api. Dan tanpa diperpanjang lagi pastinya akan menimbulkan korban-korban luka atau bahkan meninggal dunia. Nah kejadian sperti itu mnurut say dapt dihindarkan jika setiap dari mereka memiliki kesadaran bahwa suatu pertandingan pasti ada menang dan kalah. Intinya tak selamanya kita berada di atas, suatu saat pasti pernah jatuh ke bawah juga ( Seberapa bagusnya satu tim sepak bola pasti pernah mengalami yang namanya kalah ).



2. Katukaa cawani, disana dijelaskan bahwa manusia itu jika merasa kepentingannya terancam, tak segan untuk memfitnah, berkata kasar, keras, dsb. Saya mabil contoh dari kehidupan sehari-hari kita. Anda pernah berbohong? Jangan pernah berkata tidak. Dari sudut pandang pribadi saya, setiap manusia pasti pernah berbohong. Apa yang anda sembunyikan dari pembohongan tsb? Tentunya sesuatu yang bersifat pribadi bukan?. Sadarkan diri anda.

3. Daridrata, disana dijelaskan bahwa manusia tsb tidak pernah puas akan apa yang dimilki sekarang hingga merugikan orang lain. Contoh : tidak usah anda terlalu berpikir jauh-jauh cukup satu kata yang saya ucapkan. KORUPTOR !!



4. Swajanesu Wairan, disana disebutkan manusia yang rela mengorbankan keluarga demi kepntingan pribadi. Saya sedikit berpikir kembali pada cerita masyrakat Indonesia : Malin Kundang. Seperti saya tidak perlu menceritakan kembali kisah itu, kerena setiap orang di Indonesia pasti sudah tahu akan cerita tsb. Tentunya sekarang ini msih ada segelintir manusia yang seperti itu.



5. Niica prasangga, nah disini menurut saya intinya sama saja seperti Daridrata. Manusia yang bekerja untuk kepentingan diri sendiri. Sekali lagi KORUPTOR.

6. Kulahiina Sewa disebutkan bahwa manusia menyimpang dari ajaran agama. Contohnya : mencari kekayaan dengan jalan menyembah setan, ajaran dari orang yang menyebut dirinya TUHAN, pengorbanan nyawa manusia untuk setan. Jika anda ingin mengetahui salah satu ajaran sesat di dunia ini silahkan baca postingan saya yang ini.

Bohemian Gorve

PENUTUP

Nah dari keenam contoh di atas, bagaimana menurut anda? Apkah sudah terjadikah? Saya berani menyimpulkan bahwa sekarang ini merupakan zaman kali-yuga. Namun saya belum yakin akan adanya kiamat jika setiap manusia mulai berpikir untuk berbuat lebih baik lagi. Karena di setiap agama yang ada di dunia ini meyakini bahwa TUHAN itu Maha Pengampun. Setiap pengampunan butuh yang namanya pembuktian untuk menjadi lebih baik. Contohnya : anda bertengkar dengan pacar atau istri anda, pasti dia menuntut anda untuk tidak mengulangi kesalahan anda terhadapnya.
Salam.


Sumber : Stitidharma [[Baca Selengkapnya....]] "Update : Perilaku Manusia di Jaman Kali-Yuga..."

Minggu, 28 November 2010

Puma Punku !!

Salam damai dari saya untuk anda, hari ini merupakan minggu yang cerah di Bali, matahari bersinar dengan terang membangunkan diri saya untuk segera melakukan aktifitas serpti hari biasanya,
Kali ini saya mengjak anda berjalan-jalan sedikit jauh dari Indonesia ke Amerika tepatnya di Bolivia, Amerika Selatan.
Disini terdapat satu peninggalan sejarah yang mungkin membuat anda kagum akan hasil dari zaman tersebut. Baiklah tak usah penjang-panjang lagi saya akan uraikan langsung….Pumapunku, juga disebut "Puma Pumku" atau "Puma Puncu", merupakan bagian dari kompleks candi besar atau kelompok monumen yang merupakan bagian dari Situs Tiwanaku dekat Tiwanaku, Bolivia. Dalam Aymara, namanya berarti, "Pintu dari Cougar".

Umur

Menentukan usia kompleks Pumapunku telah menjadi fokus peneliti sejak penemuan situs Tiwanaku. Sebagaimana dicatat oleh spesialis Andes, profesor Antropologi Universitas Binghamton WH Isbell, tanggal radiokarbon diperoleh dari Vranich dari lapisan paling bawah dan lapisan tertua dari gundukan mengisi membentuk Pumapunku. Lapisan ini diendapkan selama tahun pertama dari tiga tahun konstruksi dan tanggal pembangunan awal Pumapunku di tahun 1510. Sejak tanggal radiokarbon berasal dari lapisan paling bawah dan tertua dari gundukan mengisi mendasari batu andesit dan batu pasir, batu telah dibangun beberapa saat setelah 1510 ± 25 BP C14. Penggalian parit Vranich menunjukkan bahwa tanah liat, pasir, dan mengisi kerikil kompleks Pumapunku terletak langsung pada sedimen steril Pleistosen tengah. Penggalian parit ini juga menunjukkan tidak adanya Horizon deposito pra-Andean Tengah budaya dalam wilayah Tiwanaku Situs berdekatan dengan kompleks Pumapunku


Teknik Pemuatannya

Detail dari batu dengan garis lurus justru dipotong dan lubang tooled dalam baris

Yang terbesar dari blok batu ini 7,81 meter, lebar 5,17 meter,memiliki ketebalan rata-rata 1,07 meter, dan diperkirakan beratnya sekitar 131 ton. Blok batu kedua terbesar yang ditemukan dalam Pumapunka adalah memiliki tinggi 7,90 meter, lebar 2,50 meter, dan ketebalan rata-rata 1,86 meter. Bobotnya telah diperkirakan 85.21 ton. Kedua blok batu itu adalah bagian dari Lítica Plataforma dan terdiri dari batu pasir merah. Berdasarkan analisis petrografi dan kimia rinci sampel dari kedua batu individu dan situs tambang diketahui,. Arkeolog menyimpulkan bahwa batu pasir dan blok lainnya diangkut dari tanjakan yang curam dari sebuah tambang di dekat Danau Titicaca kira-kira 10 km. andesit blok kecil yang digunakan untuk menghadapi dan ukiran batu berasal dari tambang di Semenanjung Copacabana sekitar 90 km dari Danau Titicaca.



Arkeolog berpendapat bahwa pengangkutan batu-batu ini dicapai dengan tenaga kerja besar Tiwanaku kuno. Beberapa teori telah diusulkan mengenai bagaimana ini angkatan kerja mengangkut batu walaupun teori-teori ini masih spekulatif. Dua dari proposal yang lebih umum melibatkan penggunaan tali kulit llama dan penggunaan sebuah alat yang landai.

Budaya dan makna spiritual

Hal ini berteori dari kompleks Pumapunku serta candi di sekitarnya, yaitu Akapana piramida, Kalasasaya, Putuni dan Kerikala berfungsi sebagai pusat spiritual dan ritual untuk Tiwanaku. Daerah ini mungkin telah dipandang sebagai pusat dunia Andes, menarik peziarah dari jauh untuk mengagumi dalam keindahannya. Struktur ini mengubah lanskap lokal. Pumapunku sengaja terintegrasi dengan gunung Illimani. 



Tiwanaku mungkin diyakini menjadi rumah bagi roh-roh orang mati mereka. Kawasan ini diyakini telah ada antara langit dan Bumi. Makna spiritual dan rasa heran akan diperkuat menjadi "mengubah pikiran dan pengalaman yang mengubah hidup" [12] melalui penggunaan tanaman halusinogen. Pemeriksaan terhadap sampel rambut menunjukkan sisa-sisa zat psikoaktif di mumi banyak ditemukan di museum budaya Tiwanaku di Utara Chili.

Puncak dan penurunan

Peradaban Tiwanaku dan penggunaan kuil tersebut tampaknya telah mencapai puncaknya sekitar 700 M sampai 1000 M, dimana candi dan daerah sekitarnya mungkin menjadi rumah bagi sekitar 400.000 orang penduduk. Pada titik ini, infrastruktur yang luas telah dikembangkan dengan sistem irigasi yang kompleks berjalan lebih dari 30 mil persegi (80 km2) untuk mendukung perkebunan kentang, quinoa, jagung dan berbagai tanaman lainnya. Pada puncaknya budaya Tiwanaku mendominasi lembah Danau Titicaca keseluruhan serta bagian dari Bolivia dan Chile.



Budaya tersebut tampaknya telah dihancurkan secara tiba-tiba sekitar tahun 1000 M dan peneliti masih mencari jawaban untuk apa. Sebuah skenario mungkin melibatkan perubahan lingkungan yang cepat, mungkin melibatkan musim kering berkepanjangan. Yang Tidak dapat mendukung hasil panen besar-besaran yang diperlukan untuk populasi besar mereka.

Penutup.
Mirip dengan pemangunan candi Borobudur bukan?
Bisa anda bayangkan bagaimana mengangkat batu sebesar itu tanpa alat-alat canggih zaman sekarang??
Untuk lebih jelasnya berikut videonya :

Salam.



Sumber : Wikipedia [[Baca Selengkapnya....]] "Puma Punku !!..."

Sabtu, 27 November 2010

Sumber Air Tirta Empul Berasal Dari Danau Batur !!

Salam damai sejahtera untuk kita semuaa…
Kali ini saya akan sedikit memberi anda ilmu asal dari mata air di Tirta Empul.
Anda taw Tirta Empul???

Sedikit ulasan mengenai tempat nan indah ini…Tirta empul merupakan salah satu obyek wisata di bali, tepatnya di Kabupaten Gianyar, Kecamatan Tampaksiring. Lokasinya tepat di sebelah Istana Presiden di Tampak Siring yang dulu dibangun oleh presiden Soekarno. Pura Tirta Empul terkenal karena terdapat sumber air yang hingga kini dijadikan air suci untuk melukat (Siraman Bahasa Indonesianya) oleh masyarakat dari seluruh pelosok Bali, tak jarang wisatawan yang berkunjung pun tertarik untuk ikut melukat (Siraman).


Pura Tirta Empul ini juga merupakan salah satu situs peninggalan sejarah di Bali khususnya Gianyar. Oleh karena itu pula, presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno mendirikan sebuah Istana Presiden tepat di sebelah barat Pura Tirta Empul, Tampak Siring. Para presiden Indonesia yang datang ke Bali biasanya menyempatkan diri singgah ke Istana Presiden Tampak Siring tersebut. Saat ini pura Tirta Empul dan lokasi tempat melukat tersebut merupakan salah satu lokasi wisata unggulan di kabupaten Gianyar.



Nah setelah mengetahui Tirta Empul, kini mari kita bahas sumber air tersebut, diantara anda mungkin sudah tau mengenai danau ini!!

Danau Batur

Danau Batur adalah danau terbesar di Pulau Bali, dari tiga danau lainnya, yaitu: Tamblingan, Bulian (Buyan), dan Beratan. Terletak di Kabupaten Bangli, tepatnya pada 115,29 bujur timur dan 8,28 lintang selatan. Luasnya 6 Km2 merupakan lembah dari Gunung Batur.
Desa-Desa yang ada di sekitar danau, adalah: Songan, Trunyan, Abang, Buahan, Kedisan, dan Toya Bungkah. Danau Batur dan Gunung Batur merupakan satu kesatuan alam dan mitologi yang tidak dapat dipisahkan.


Dalam Babad Pasek dan Babad Pasek Kayu Selem disebutkan bahwa tiga bersaudara, yaitu: Bhatara Hyang Gni Jaya, Bhatara Hyang Mahadewa, dan Bhatari Dewi Danuh, telah diutus ke Bali oleh ayahanda beliau: Hyang Pasupati yang berstana di Puncak Gunung Prabulingga (Gunung Semeru) untuk menguatkan kedudukan, dan kekekalan Pulau Bali.
Bhatara Hyang Gni Jaya berstana di Gunung Lempuyang sebagai Brahma, Bhatara Hyang Mahadewa (Putranjaya) berstana di Gunung Agung sebagai Siwa, dan Bhatari Dewi Danuh berstana di Danau Batur sebagai Wisnu.

Selanjutnya putra-putra Bhatara Hyang Pasupati lainnya (4 Dewa) masing-masing berstana di Andakasa, Pucak Mangu, Batukaru, dan Pejeng, sehingga seluruh putra Bhatara di Bali berjumlah 7 Dewa (Sapta Kahyangan).
Di Desa Manukaya, Tampaksiring, sebuah mata air besar ditata menjadi sebuah telaga yang indah, pada tahun 962 M oleh Raja Bedahulu: Candrabhaya Singha.
Sesuai dengan tatanan adat dan agama di zaman Bali Kuna, Kerajaan Bedahulu memiliki tiga buah pura utama, yaitu: Pura Gunung, Pura Penataran, dan Pura Segara.

Sebagai Pura Gunung ditetapkanlah telaga ini yang kemudian dinamakan Pura Tirta Empul. Sebagai Pura Penataran dibangun Pura Samuan Tiga, karena letaknya dekat Istana Bedahulu. Pura Tirta Empul menjadi tempat suci stana Bhatara Indra. Selanjutnya Bhatara Indra diyakini telah menciptakan tirta-tirta:



1. Tirta Tegteg
2. Tirta Sudamala
3. Tirta Panglukatan
4. Tirta Pamarisuda
5. Tirta Pamlaspas
6. Tirta Panglebur Ipian Ala
7. Tirta Pangentas
8. Tirta Pabersihan.



Tirta-tirta itu dialirkan melalui pancuran sehingga warga yang datang untuk metirta yatra dan mensucikan diri, dapat memilih pancuran tertentu sesuai dengan permohonan mereka kepada Bhatara Indra. Mata air besar ini mengalir ke Tukad Pakerisan dan Tukad Patanu.

Sejarah Tirta Empul

Cerita Tirta Empul ada dalam Lontar Usana Bali dalam bentuk kekawin yang dinamakan Mayadanawantaka.
Menurut IBG Agastia, Mayadanawantaka artinya “kematian” Mayadanawa. Sedangkan Mayadanawa adalah maya tattwa. Mayatattwa adalah keyakinan dalam pikiran manusia bahwa kehidupan di dunia semata-mata digerakkan oleh keinginan untuk memenuhi kebutuhan atas benda-benda materi (duniawi) saja.
Bila manusia terbelenggu oleh mayatattwa maka ia akan mengumbar nafsu (kama), rakus (lobha), pemarah (kroda), sombong (mada), berbohong (moha), dan irihati (matsarya).


Keenam sifat buruk itu dinamakan sadripu (enam musuh), yakni musuh-musuh yang ada dalam diri setiap manusia. Mayatattwa harus diperangi dengan Purushatattwa.
Purushatattwa juga dinamakan Siwatattwa, atau keyakinan yang didasari oleh pikiran kuat yang percaya pada Sanghyang Widhi (Siwa) serta kesucian Agama Hindu-Bali, agar kehidupan dapat diselenggarakan dengan mengutamakan aspek spiritual.



Koneksitas mitologi



Dalam Purana Tattwa Batur di bagian Raja Purana Pura Ulun Danu
Batur disebutkan bahwa Bhatari Dewi Danuh yang berstana di Danau Batur “bersaudara” dengan Bhatara Indra yang berstana di Tirta Empul.
Dalam Purana itu Bhatari Dewi Danuh bernama lain: I Ratu Ayu Mas Membah. Pada suatu ketika, I Ratu Ayu Mas Membah bertemu dengan Bhatara Indra, untuk menetapkan kedudukan tiga putra Bhatara Indra, yakni: Bhatara Tirta Mas Manik Kusuma berstana di Gunung Agung, Bhatara Tirta Mas Manik Mampeh di Gunung Batur, dan Bhatara Bale Agung di Manukaya.



Koneksitas alam



Jika melihat peta, jelas sekali terlihat adanya jalur aliran sungai di bawah tanah antara Danau Batur dengan mata air Tirta Empul.
Ada kemungkinan di dasar danau ada celah rekahan sehingga air danau mengalir di bawah tanah, yang kemudian di lapisan tanah yang lembut di Manukaya, air ini menyembur keluar menjadi mata air.

Tirta Empul adalah semburan mata air yang terbesar di kawasan Bali Selatan. Mata air yang lebih kecil banyak terdapat di sekitar lereng bukit, tebing sungai dan di cekungan-cekungan tanah di Kabupaten Bangli, Gianyar, Klungkung dan Karangasem.
Rembesan air Danau Batur berupa mata air juga ditemukan di Bali Utara, misalnya di dekat Pura Ponjok Batu, Yeh Sanih, Bukti, Bondalem, dan Tejakula.

Bagaimana??
Salam.


Sumber : Stitidharma [[Baca Selengkapnya....]] "Sumber Air Tirta Empul Berasal Dari Danau Batur !!..."

Jumat, 26 November 2010

Frankenstein

Salah Satu Mahkluk Kesukaan Saya, berikut Sedikit Ulasan Mengenai Mahkluk Yang Satu Ini…

Beserta Inspirasi dan Teori Yang Saya Temukan Dari berbagai Sumberr….Semua berawal dari keingintahuan, rasa penasaran, dan antusiasme masa muda akan ilmu pengetahuan. Terkejut melihat eksperimen profesornya, ia pun tergerak untuk menyempurnakan. Dr Victor Frankenstein pun terobsesi pada upaya untuk menciptakan sosok manusia sempurna. Ia pun menggunakan organ otak profesornya (yang baru saja meninggal), mengumpulkan potongan tubuh dari sejumlah jenazah yang masih baru, menjahit potongan-potongan itu dalam satu tubuh, dan menciptakan sesosok makhluk yang diyakininya akan menjadi manusia sempurna hasil rekayasa eksperimennya.


Setelah mengurung diri selama berhari bahkan berminggu-minggu mengerjakan eksperimen itu, Victor terkejut ketika makhluk eksperimennya yang dibangkitkan dengan energi listrik dari petir dan belut listrik itu ternyata menjadi sesosok makhluk buruk rupa, ia tak menyangka bahwa ia baru saja menciptakan “sesosok Iblis!”
Monster ini kemudian dikenal sebagai “FRANKENSTEIN”… walaupun itu penyebutan yang salah. Monster itu sebenarnya tanpa nama, tidak pernah diberi nama oleh penciptanya, dan menjadi makhluk asing yang mencari jati dirinya! Ia sebenarnya tidak tahu mengapa ia ada dan untuk apa ia diciptakan. Dalam pencariannya itu sang monster justru ia menjadi teror menakutkan sejumlah orang, terutama bagi penciptanya sendiri: dr Victor Frankenstein!
Frankenstein, merupakan cerita yang mungkin sudah akrab bagi kita. Kisah yang pernah populer dalam bentuk novel dan film sejak pertama kali dipublikasikan dalam sebuah buku terbitan 1818. Novel yang menggemparkan dan laku keras dipasaran hingga abad 20. Sebuah kisah yang berbau sains fiksi, menyentuh aspek kebudayaan, dan mengguncang emosi dalam bentuk horor.
Begitu terkenalnya kisah tersebut, namun hanya sedikit yang tahu bahwa cerita berjudul “Frankenstein – The Modern Prometheus” karya Mary Shelley itu ternyata dilandasi pengalaman pribadi yang menyeramkan yang dipadu dengan studi literatur, imajinasi liar, dan impian seorang muda usia 19 tahun. 

Dari Alam Mimpi

Kisah besar itu berawal dari pengalaman nyata Mary Wollstonecraft Godwin (Mari Shelley) pada suatu musim panas tahun 1816 di sebuah kastil di tepi Lake Geneva, 
Swiss. Kastil itu adalah kediaman seorang penyair ternama Lord Byron. Kala itu Mary (masih 19 tahun) dan kekasihnya penyair Inggris Percy Shelley berkunjung ke sana atas undangan Lord Byron.
Malam itu cuaca buruk dengan hujan lebat, petir dan badai mengganas di luar tembok bangunan batu yang sudah tua. Ketiga seniman tulis itu berkumpul di dekat perapian. Mereka berbincang santai dalam temaran kehangatan dan nyala api yang meliuk-liuk. 
Cuaca buruk membuat mereka jenuh, karena tak bisa beraktivitas di luar. Maka pada suatu malam, Byron menantang kedua tamunya untuk menulis sebuah cerita mencekam, masing-masing satu tulisan. Ketiganya pun sepakat dan memulai kegiatan menulis mereka di sana untuk mengisi waktu.
Pada suatu malam dengan badai yang masih menderu di luar sana, Mary yang sudah tertidur tiba-tiba terbangun akibat gangguan mimpi buruk. Ia kaget bukan kepalang manakala mendengar petir mendentum di luar sana. Keringat membanjir di tubuhnya. Mimpi buruk itu seolah nyata baginya, begitu hidup dan menakutkan. 

Setelah bisa menguasai dirinya, Mary pun meraih kertas dan pena. Menjelang subuh hari itu ia jemarinya mulai menulis di bawah temaram lampu yang bersinar remang-remang. Ia menuliskan detail mimpinya itu dalam sebuah cerita.
Begini kira-kira sebagian kutipannya: “Saat merebahkan kepalaku di atas bantal, aku tak bisa tidur apalagi berpikir… Aku melihat sepasang mata, dengan tatapan yang pedih. Aku melihat seorang mahasiswa yang pucat sedang berlutut diam di samping sesuatu. Aku melihat sesosok bayangan seorang lelaki yang meregang didekatnya, lalu mesin besar di ruangan itu menunjukkan reaksi adanya tanda-tanda kehidupan, panel-panel yang bergerak sebagai penunjuk adanya sebuah reaksi dari sosok di samping mahasiswa itu. Sungguh menakutkan, sebuah kekuatan yang luar biasa sebagai akibat usaha keras seorang manusia untuk membentuk sesuatu cipataan yang menakjubkan di dunia!”
Dan Mary memenangkan pertaruhan di antara ketiganya. Karangan yang berasal dari mimpi buruknya itu pun kemudian ditulis dalam bentuk novel yang diterbitkan dua tahun kemudian. Dan melegenda sebagai kisah Frankenstein hingga ini hari!

Inspirasi Dan Teori

Novel Frankenstein tahun 1818 karya Mary Shelly ternyata bukan yang pertama kali memunculkan sosok monster ciptaan manusia. Kisah-kisah senada juga ternyata sudah muncul sejak lama. Baik dalam legenda, cerita dari mulut ke mulut, bahkan dalam catatan-catatan sejarah.
Mary Shelly dalam novelnya menggambarkan sebuah eksperimen untuk menghidupkan sosok yang sudah mati dari potongan-potongan yang disatukan dengan teknologi dalam bidang biologi, kedokteran, kimia, dan fisika. Ternyata teori yang diajukannya tersebut bukan tanpa dasar. Karena eksperimen yang hampir mirip dengan itu ternyata sudah pernah dilakukan.
Beberapa tokoh sejarah pernah dihubungkan dengan fiksi dan monster yang dibangkitkan dari kematian tersebut, karena eksperimen yang diyakini pernah mereka lakukan. 

Catatan sejarah terbaru sebelum novel itu dibuat adalah eksperimen Luigi Galvani, seorang dokter Italia pada 1790-an. Galvani menyatakan energi berbasis listrik bisa merangsang impuls saraf untuk melakukan gerakan. Dalam sebuah demonstras, Galvani menggunakan potongan kaki belakang katak. Saraf dari potongan kaki itu dialiri listrik, ternyata kaki katak tersebut bergerak sesuai struktur sendinya. 
Temuannya ini dimuat dalam buku ilmiahnya De Viribus Electricitatis in Motu Musculari (1792). Dari sini muncul spekulasi teori bahwa makhluk hidup yang telah mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menggunakan energi listrik. 
Lantas Heinrich Cornelius Agrippa (1486-1535), seorang ahli astrologi, kimia, penulis ilmu rahasia, dan peneliti ilmu sihir. Menurut isu, ia pernah mencoba membangkitkan orang mati lewat ritual dan melakukan serangkaian eksperimen okultisme (kekuatan roh). Disebutkan bahwa sebelum kematiannya, ia melepaskan anjing hitam legendaris Faustus yang merupakan simbologi persekutuan dengan iblis. Dan ia juga memiliki kemampuan memanggil iblis yang menggunakan media jasad tertentu.
Ada juga catatan dan kisah tentang Paracelsus (1493-1541), ilmuwan yang mampu membuat benda mati menjadi memiliki kekuatan dan hidup. Namun ini semua rumor yang berkembang sebelum abad pertengahan, karena keterbatasan pengetahuan manusia tentang sains. 
Yang mengejutkan adalah legenda dari Praha bertahun 1590, tentang seorang ilmuwan Low yang melakukan eksperimen membangkitkan manusia dari tanah liat sungai. Setelah membentuk tubuh manusia utuh dari tanah liat itu, ia melakukan semacam ritus dengan menggunakan semacam mesin dan membangkitkannya menjadi manusia hidup. Kisah ini senada dengan legenda mitologi dari bangsa Jahudi kuno tentang manusia tanah.
Mary Shelly mungkin melakukan studi mengenai bentuk eksperimen membangkitkan manusia dan kemajuan teknologi yang pernah dilakukan sejak dulu, dan meramunya dalam bentuk eksperimen yang dilakukan dr Victor Frankenstein… 
benarkah seperti demikian?




Sumber : Wikipedia [[Baca Selengkapnya....]] "Frankenstein..."

Kamis, 25 November 2010

Harpy

Huaacchh… soreeeeeeee….
Seharian bekerjaa sekarang saatnya berbagi ilmu dengan anda..
Hehee
Kali nea menyangkut salah satu mahkluk mitology atau yaw.. bisa disebut mahkluk cryptid…
Mungkin di antara anda ada yang taw mahkluk yang satu ini???
Mahkluk ini bisa terbang, tp msih memiliki cirri manusianya…
Inilah

Harpy (harpies)...Harpy, di mitologi Yunani diceritakan bahwa harpy adalah hewan bersayap yang memiliki tubuh seperti burung elang dan memiliki kepala wanita.Legenda menceritakan bahwa harpy suka mencuri tubuh orang mati, menyebarkan bau busuk dan meracuni makanan di desa-desa yang dilewatinya.


Para Harpy adalah saudara dari Iris, putri dari Tifon dan Ekhidna. Ada dua Harpy, yaitu Aello dan Okipites. Walaupun ada juga pendapat yang mengatakan bahwa ada Harpy ketiga.

Mitology

Phineas, seorang raja Thrace, memiliki sebuah ramalan tentang Zeus. Zeus, marah karena Phineas mengungkapkan terlalu banyak mengungkapkan ramalan padanya,Zeus pun menghukumnya dengan membuat dia buta dan menempatkan dia di sebuah pulau dengan sumber makanan yang ia tidak pernah bisa dimakan. Para Harpies selalu datang dan mencuri makanan dari tangannya tepat sebelum ia bisa memuaskan rasa laparnya. Ini berlanjut sampai kedatangan Jason dan Argonauts. Adalah Boreads, anak dari Boreas, yang juga bisa terbang, mereka berhasil menaiki Harpies, namun tanpa membunuh salah satu dari mereka, setelah permintaan dari Iris, yang berjanji bahwa Phineas tidak akan terganggu oleh Harpies lagi. 

Heraldry

Pada abad pertengahan harpy sering disebut sebagai “virgin eagle” dan begitu popular di Heraldry, khusunya Frisia Timur. Dan terlihat di berbagai tempat antara lain Liechtenstein, dan Cirksena.

Harpy Dalam Dunia Nyata


American Harpy Eagle adalah burung yang nyata dan digolongkan sebagai hewan mitologis.
Istilah ini sering digunakan untuk wanita yang suka berbuat jahat dan menganggu orang lain.


Sumber : Wikipedia [[Baca Selengkapnya....]] "Harpy..."

Phenomena Mati Suri !!

Mati Suri

Anda Taw mengenai hal satu ini?? Apakah anda pernah mengalaminya?? Apa sesungguhnya mati suri itu????
Berikut Sedikit Gambaran beserta penjelasan secara ilmiah dan sepiritual mengenai mati surii...Laporan Kejadian

Berikut isi berita dari harian Kompas tertanggal Jumat, 21 Mei 2010

Nenek 115 Tahun Ini Dua Kali Mati Suri

TARAKAN, KOMPAS.com - Siti Fatimah, nenek yang diduga berusia 115 tahun dan selama 10 tahun terakhir lumpuh, ternyata telah dua kali mengalami mati suri. Kondisi Fatimah sangat memperihatinkan.

Perempuan yang tiga kali menikah itu harus dibantu ketika buang air kecil dan air besar. Darni, anak bungsu Siti Fatimah, mengatakan, ibunya pertama kali mati suri tahun 2005, kemudian tahun 2006.



"Waktu tahun 2005 itu, mama sempat tidak sadarkan diri selama satu jam. Kami sekeluarga sudah menangis, kami kira mama sudah meninggal, sebab kami periksa nafasnya tidak ada. Namun karena ada orang pintar, ya obati, akhirnya mama bisa bangun lagi," ujar Darni kepada Harian Tribun Kaltim (Kompas Gramedia Group) di Tarakan, Kalimantan Timur, Jumat (21/5/2010). 
Darni mengatakan, setelah satu tahun berlalu, pada 2006 ibundanya mengalami hal yang sama. "Kami kira yang kedua ini sudah benar-benar meninggal, sebab kami tahu mama memang punya penyakit asma, dan juga tidak bisa berjalan. Tapi ternyata Allah masih memperpanjang umurnya mama hingga sampai sekarang," ucapnya.
Keberadaan nenek tua renta ini mula-mula diketahui petugas cacah jiwa penduduk Tarakan pada Jumat (21/5/2010). Nenek Fatimah tinggal di Kelurahan Karang Anyar Pantai RT 31, Tarakan.
Nenek sembilan anak dan puluhan cucu ini sejak 1965 tinggal di Kelurahan Karang Anyar Pantai, bersama suaminya, Lamin, dan anak bungsu serta menantu dan cucunya.
Tetapi bagaimana memverifikasi keterangan soal usia Fatimah?
Darni pun tak tahu pasti, kecuali Fatimah juga tidak ingat. Ia hanya ingat waktu ke Tarakan masih dalam situasi geger Gerakan 30 September 1965 di Jakarta yang mengakibatkan para jenderal TNI Angkatan Darat tewas dibunuh Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Sukarno. 
Darni mengatakan, ia memperkirakan ibundanya tersebut berumur 100 tahun lebih. Ini dikarenakan kakak pertamanya yang telah meninggal dunia berusia sekitar 80 tahun. "Jadi, ya 100 tahun lebih-lah, kalau diperkirakan bisa mencapai 115 tahun," ujarnya. (Junisah)


Penjelasan


Sumber : Detikhealth


Rata-rata mati suri memiliki ciri-ciri umum tertentu, tapi ada juga yang memiliki pola berbeda. Seperti dikutip dari Howstuffworks, Jumat (19/3/2010) ada beberapa ciri umum ketika seseorang mati suri, yaitu:
1. Perasaan ketenangan, perasaan ini kemungkinan meliputi kedamaian, penerimaan kematian, emosional dan kenyamaan fisik.
2. Intensitas murni cahaya terang yang tidak menyakitkan, intensitas cahaya ini terkadang memenuhi ruangan tapi ada juga seseorang hanya melihat cahaya yang berasal dari surga atau Tuhan.
3. Pengalaman keluar dari tubuh (out-of-body experience/OBE), orang merasa telah meninggalkan tubuhnya dan bisa melihat dokter yang bekerja padanya.
4. Memasuki alam atau dimensi lain, hal ini biasanya tergantung dari keyakinan dan pengalamannya.
5. Berjalan di terowongan, banyak orang yang mati suri menemukan dirinya berada di terowongan dengan cahaya di ujung dan bertemu dengan makhluk roh lainnya.
6. Dapat komunikasi dengan roh, sebelum mati suri berakhir banyak orang yang melaporkan dapat berkomunikasi dengan roh lain dan diperintahkan untuk kembali ke tubuhnya.




Teori yang menjelaskan tentang mati suri dibagi menjadi dua kategori dasar yaitu penjelasan ilmiah (medis, fisiologis dan psikologis) serta penjelasan supernatural (spiritual dan agama).

Secara supernatural seseorang yang mati suri sebenarnya mengalami dan mengingat hal-hal yang terjadi dengan kesadaran tapi tanpa disertai tubuhnya.

Ketika seseorang mendekati kematian, maka jiwanya meninggalkan tubuh dan mulai merasakan hal-hal yang biasanya tidak bisa dirasakan. Jiwa berjalan melalui perbatasan antara hidup di dunia dan hidup di akhirat, biasanya diwakili oleh terowongan dengan cahaya di ujung.

Secara ilmiah proses mati suri sangat kompleks, subjektif dan emosional. Mekanisme di balik beberapa pengalaman ini adalah cara otak memproses informasi sensorik.

Apa yang seseorang lihat di sekelilingnya hanyalah jumlah dari semua informasi sensorik yang diterima otak pada saat tertentu. Jika seseorang membayangkan sesuatu saat inderanya tidak berfungsi dengan baik, maka otak akan menerima informasi yang salah.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh obat-obatan atau beberapa bentuk trauma yang menyebabkan otak orang tersebut menutup. Beberapa ahli berteori bahwa gangguan saraf atau kelebihan beban informasi yang dikirim ke korteks visual otak, menciptakan gambaran cahaya terang yang berangsur-angsur menjadi lebih besar. Otak dapat menafsirkan hal ini sebagai bergerak di terowongan gelap.





Selama mengalami mati suri, tubuh rawan mengalami kerusakan karena otak menafsirkan informasi yang salah. Kombinasi antara efek trauma dan kekurangan oksigen di dalam otak memunculkan pengalaman melayang ke angkasa dan menatap tubuh Anda sendiri. Sensasi damai yang dirasakan dipicu oleh meningkatnya kadar endorfin yang diproduksi oleh otak selama trauma.

Salah input sensoris yang diterima, ditambah dengan kekurangan oksigen dan endrofin akan menciptakan sebuah pengalaman surealisme meskipun realistis. Selain itu neurotransmitter di otak yang menutup akan menciptakan ilusi yang indah bagi semua orang yang dekat dengan kematian.

Pandangan Pribadi

Menurut dari pandangan saya phenomena mati suri merupakan phenomena sepiritual yang hanya dialami manusia tertentu saja. Mati suri merupakan suatu phenomena dimana roh kita meninggalkan badan kita menuju alam lain yang kita belum ketahui. Nah.. di alam inilah kita dapat melihat berbagai hal yang sebelumnya tidak kita ketahui sama sekali. Memang benar kita mati, akan tetapi belum saatnya !! dan pasti akan kembali lagi hidup. Entah siapa, apa, bagaimana caranya saya pun tidak taw.. !! menurut pelajaran yang saya dapat sewaktu saya mengecap sekolah menengah pertama dulu salah satu guru agama saya pernah bercerita mengenai tematnnya yang mengalami mati suri. Mungkin anda yang membaca ini seangkatan dengan saya pastinya mengenal beliau ( Pak Sukaya ). Dari cerita beliau seseosorang yang mengalami mati suri, pada saat mereka sadar kemungkinan besar akan tidak bisa berbicara untuk tidak menceritakan apa yang mereka liat saat mati tsb yang merupakan rahasia TUHAN. Sayang dalam berita diatas tidak disebutkan bagaimana kondisi nenek tsb setelah mati suri. Apakah bisa berbicara atau tidak.



Penjelasan ilmiah dari mati suri ini, saya beranggapan kemungkinan besar sama seperti apa yang diterangkan dalam detikhealth di atas.

Penutup



Satu hal yang ingin saya sampaikan adalah kita tidak akan pernah tau rahasia TUHAN sebenarnya. Hidup mati sudah ada yang menentukan kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya !!
Tetapi saya sarankan mulailah berbuat baik agar kelak anda mendapat SURGA.
Salam.


[[Baca Selengkapnya....]] "Phenomena Mati Suri !!..."

Rabu, 24 November 2010

KALI-YUGA KAITANYA DENGAN KIAMAT !!!

Salah satu yang saya suka yang ini. Teori-terori kiamat seperti ini !!
Selain kalender suku maya (yang disebutkan 2012 merupakan akhir zaman) ada juga teori seperti yang akan saya uraikan di bawah ini.

Kali-Yuga……Kali-Yuga adalah salah satu dari empat (catur) Yuga yang kondisi kehidupan manusianya paling buruk dan paling jelek akibat kegelapan spiritual. Keempat Yuga dimaksud adalah

(a) Satya-Yuga.
(b). Treta-Yuga.
(c). Dvapara-Yuga, dan
(d). Kali-Yuga.


Sejarah

KAPAN KALI-YUGA MULAI?

Berdasarkan penelitian seksama terhadap Jyotir-Veda (ilmu Astronomi Veda), para akhli sarjana tradisional Veda) menyatakan bahwa Kali-Yuga mulai pada tanggal 18 Pebruari 3102 SM ketika Raja Pariksit naik tahta Kerajaan Hastinapura. Dikatakan bahwa pada hari itu ke 7 (tujuh) planet termasuk Bulan dan Matahari tidak dapat dilihat dari Bhumi, sebab mereka berjejer lurus satu arah dibalik Bhumi. Sementara itu, planet Rahu yang tidak bisa dilihat mata telanjang, tepat berada diatas Bhumi di langit yang gelap gulita. Oleh karena tahun Masehi telah berlangsung selama 2006 tahun, maka pernyataan bahwa Kali-Yuga mulai sekitar 5.100 tahun yang lalu diakui sebagai kebenaran oleh para penganut ajaran Veda.



BERAPA LAMA KALI-YUGA BERLANGSUNG?

Veda menyatakan bahwa Kali-Yuga berlangsung selama dvadasabda satatmakah, dua abad deva, atau 1.200 tahun deva Menurut tahun manusia, Kali-Yuga berlangsung selama 1.200 x 360 = 432.000 tahun (1 hari deva = 1 tahun manusia). Dari jumlah ini, 5.100 tahun telah berlalu,
sehingga Kali-Yuga punya jangka waktu berlangsung yang masih lama yaitu 426.900 tahun manusia.



JAMAN KEMEROSOTAN AKHLAK DAN MORAL

Kali-Yuga sebagai jaman kemerosotan akhlak dan moral ditunjukkan oleh pernyataan-
pernyataan Veda berikut.
Veda menyatakan,”Sa kalir tamasa smrtah, Kali-Yuga disebut jaman tamas, kegelapan/kebodohan”. Tamas (kegelapan/kebodohan) adalah salah satu unsur Tri-Guna, tiga sifat alam material yaitu sattvam (kebaikan), rajas (kenafsuan) dan tamas (kegelapan). Mengenai sifat alam tamas ini, Veda menjelaskan sebagai berikut, “Sifat alam tamas ini menyebabkan manusia mengkhayal, sehingga manusia menjadi berpikir tidak waras, malas dibidadang kerohanian dan banyak tidur”. Selanjutnya dikatakan,”Adharmam dharman iti ya manyate tamasavrta, diliputi sifat tamas, manusia menganggap yang benar adalah salah dan yang
salah adalah benar, sehingga sarvarthan viparitams ca, segala kegiatannya menuju ke-arah sesat”. Penjelasan Veda lebih lanjut adalah sebagai berikut:

(a) Dalam masa Kali-Yuga, manusia cendrung semakim rakus, berprilaku jahat (korup) dan tidak mengenal belas-kasihan. Mereka bertengkar satu dengan yang lain tanpa alasan benar. Mereka bernasib malang, diliputi beraneka-macam keinginan material dan sudra-dasottarah prajah, mayoritas tergolong sudra dan manusia tidak beradab.

(b) Kegiatan tipu-menipu dan berbohong, malas dibidang kerohanian, banyak
tidur dan tindak kekerasan, kecemasan, kesedihan, kebingungan, ketakutan
dan kemiskinan merajalela.

CIRI-CIRI KALI-YUGA

Disini saya sajikan 24 (dua puluh empat) ciri
Kali-Yuga sebagaimana dijelaskan oleh Rishi
mulia Sukadeva kepada Raja Pariksit.
1. Dharma merosot dan Adharma berkembang subur.
2. Kualitas, moral dan hidup manusia merosot.
3. Manusia bertabiat Asurik (jahat).
4. Manusia munafik dan curang.
5. Raja, kepala da pejabat negara bermoral buruk dan rendah.
6. Kekayaan material dan keniknatan duniawi menjadi tujuan hidup.
7. Hukum dan keadilan ditentukan oleh kekuasaan
8. Perkawinan berlangsung karena daya tarik material dan sex berdasarkan prinsip suka sama suka.
9. Segala urusan dan hubungan bisnis berlandaskan tipu-muslihat.
10. Para brahmana sibuk dengan urusan mengenyangkan perut dan memuaskan kemaluan.
11. Aturan hidup varna-asrama dharma dicampakkan.
12. Manusia selalu berpikir keliru.
13. Kekuasaan dicapai melalui kekuatan.
14. Rakyat menderita karena bencana alam, kelaparan, beban pajak, penyakit dan kecemasan.
15. Wanita hidup bebas dan tidak suci.
16. Veda dimengerti dengan pola pikir atheistik.
17. Kota-kota dikuasai para bandit.
18. Sapi dibunuh untuk makanan.
19. Majikan dan pelayan saling tidak setia.
20. Laki-laki dikendalikan wanita.
21. Orang-orang sudra menipu melalui praktek kerohanian.
22. Manusia menjadi amat individualistik.
23. Manusia dan alam terkena polusi, dan
24. Manusia melalaikan Tuhan karena berwatak atheistik.



PENJELASAN


Setelah saya uraikan di atas menurut anda apakah cirri-ciri itu sudah terjadi?
Tentu saja sudah !!
Bukan begitu???

PENUTUP
Singkatnya, kelak ketika Kali-Yuga menjelang berakhir, manusia akan hidup seperti binatang saja. Mereka disebut dvipada- pasuh, binatang berkaki dua. Dengan berpegang pada adharma sebagai pedoman hidupnya, manusia tidak lagi mengenal etika, sopan-santun, tata-susila, moralitas atau budipekerti. Dikatakan,”Sva vid varahostra kharaih samsthutah purusah pasuh, manusia hidup seperti binatang dan dari antara mereka sendiri, mereka pilih yang (secara pisik) paling kuat jadi pemimpin”. Maka praktis manusia ter-benam dalam samudra derita kehidupan material biadab dan berdosa.

Ketika pohon-pohon berhenti berbunga, dan pohon-pohon buah berhenti berbuah, maka pada saat itulah masa-masa menjelang akhirnya zaman Kaliyuga. Hujan akan turun bukan pada musimnya ketika akhir zaman Kaliyuga sudah mendekat.

Salam.
[[Baca Selengkapnya....]] "KALI-YUGA KAITANYA DENGAN KIAMAT !!!..."

Selasa, 23 November 2010

Misteri Coklat Bagi Tubuh

Huachh….
Selamat Malam Dunia… tidak terasa kini matahari sudah tidur lagii…
Hhehee
Setelah seharian bekerja kini waktunya beristirahat sejenak, menikmati waktu santai …. Ditemani dengan segelas kopi hangat sambil membaca majalah lama yang kebetulan saya koleksi di gudang….. ternyata tak percuma saya menemukan sesuatu yang cukup menarik buat saya. Dan pada akhirnya saya mempostingnya pada kesempatan ini. Meski hanya misteri ringan tetapi tidak ada salahnya berbagi infonya, karena tujuan blog saya adalah berbagi informasi misteri sekecil apapun itu.
:D

Judulnya


Misteri Cokelat bagi Tubuh………Wahh… makanan enak gtu trnyata mengandung misteri juga..

Hahahahaha
:D

COKELAT adalah makanan terbaik sekaligus terburuk; cokelat mengandung konotasi kemewahan dan hadiah, sekaligus berlemak tinggi, tidak menyehatkan, "buah terlarang". Cokelat memiliki ancaman dan godaan. Nakal, tapi manis. Mungkin dulu hawa tergoda oleh cokelat, bukan apel!

Cokelat memang sangat menggoda, aromanya yang khas, sensainya saat meleleh di mulut, semuanya terasa menyenangkan! Tetapi seringkali kita diliputi rasa bersalah karena dengan memakan cokelat kita akan menjadi gemuk. Benarkah demikian? Kabar baiknya, cokelat tidak menggemukkan! Begitu ungkap ahli gizi, Suzy Ashton dan pakar kimia Dr. John Ashton dalam bukunya " Siapa bilang Cokelat Bikin Gemuk? Walaupun begitu, jangan bungah dulu, makan cokelat pun ada aturannya agar badan tidak melar.

John mengutip jurnal bergengsi American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa cokelat rata-rata menyumbang hanya 0,7 - 1,4 persen dari total asupan energi kita setiap harinya. Jadi, kita dapat melihat bahwa komsumsi cokelat rata-rata seseorang tidak menjadi penyebab kelebihan berat badan. Cokelat adalah makanan yang padat energi. Singkatnya, jika kita banyak mengkonsumsi cokelat ukuran keluarga namun kita tidak berolah raga, otomatis berat badan kita akan meningkat. 



Lantas, bagaimana cara kita mengetahui cokelat yang layak untuk dikonsumsi? Penulis buku ini menyarankan agar kita meneliti label kemasan cokelat yang akan kita beli. Bila dikemasan itu tertera bahan "minyak sayur", sebaiknya cokelat tidak dibeli. Sebab cokelat yang demikian mengandung asam lemak trans yang tinggi. Biasanya lemak itu terdapat dalam cokelat murahan yang dibuat dengan asam terhidrogenasi sebagai pengganti mentega cocoa. Jika kita nekad mengkonsumsi lemak trans yang terdapat pada minyak sayur itu akan menyebabkan tubuh menghasilkan kolesterol tipe atrogenik tertentu yang disebut lipoprotein "a". Kadar tinggi lipoprotein ini dikaitkan dengan peningkatan resiko penyakit jantung dan arteri.

Selanjutnya, seberapa banyak cokelat yang kita konsumsi yang baik untuk kesehatan? Menurut John dan Suzy, 50 gram cokelat adalah jumlah maksimal yang direkomendasikan setiap harinya.Dua atau tiga potong kecil cokelat jumlahnya mendekati 10-12 g cokelat.

Sejarah

Sementara itu, merunut pada sejarah, cokelat telah dikaitkan dengan kenikmatan, gairah, energi dan bahkan dapat meningkatkan daya seksual. Pada pesta penikahan zaman Aztek, sang pengantin menegak minuman cokelat sebelum memasuki peraduan- mungkin cokelat bisa dianggap bentuk kuno Viagra!



Cokelat memang luar biasa, salah satu alasan mengapa kita menyukai cokelat adalah karena cokelat memproduksi efek rasa gembira setelah kita mulai memakannya. Hal ini dikarenakan cokelat mengandung phytokimia bernama feniletilamin(PEA). Senyawa ini termasuk di dalam kelompok bahan kimia yang disebut endorphin. Bahan ini memiliki efek stimulasi pada otak. Saat dilepaskan ke dalam aliran darah, bahan kimia menyerupai endorphin akan meningkatkan suasana hati. Lalu terciptalah perasaan dan energi positif berupa eforia hingga rasa bahagia.



Sensasi kenikmatan yang dihasilkan cokelat setidaknya setara dengan rasa bahagia yang ditimbulkan saat kita jatuh cinta. Sebab, saat kita jatuh cinta, otak melepaskan zat kimia tertentu yang bertanggung jawab terhadap rasa senang dan eforia yang kita nikmati. Para ilmuwan kini telah menemukan bahwa cokelat mengandung zat-zat kimia itu. Sungguh dahsyat sang cokelat!


Penutup.
Jangan Takut Makan Coklat !!
Tetapi
Jangan Banyak Makan Coklat !!
XD
Salam.
[[Baca Selengkapnya....]] "Misteri Coklat Bagi Tubuh..."

Sangeh, Misteri Pohon Pala

Come Back to Bali
Hehehee
Ada salah satu misterii yang membuat saya tertarik untuk membahasnya. Meski misteri ini sudah cukup lama ada, tapi saya sungguh-sungguh tertarik membahsanya. Sama seperti Pohon Beringin, kali ini juga menyangkut tumbuh-tumbuhan/pohon yang dianggap misterius oleh masyarakat. Barangkali anda belum sempat membaca misteri pohon beringin…
silahkan untuk membacanya

suatu kepercayan masyarakat Dunia khususnya Indonesia tak pernah lepas dari kepercayaan terhadap Mitos atau Legenda yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita.....Naah.. kali ini saya juga akan membahas sebuah mitos kepercayaan masyarakat Bali.

Anda taw SANGEH???


Mmmmm
Mungki sebagian dari andasudah mengetahuinya… jika belum saya akan mengulasnya sedikit sebelum masuk ke pkok utama kita.

Sejarah

Sangeh adalah nama sebuah desa, yang dibagian utara desanya ditumbuhi pohon Pala seluas 14 hektar dan dihuni oleh ratusan kera. Pohon pala seperti itu tidak dijumpai di tempat lain di Bali dan keberadaannya di Sangeh ini merupakan misteri. Sebuah pura kecil diselimuti lumut hijau tersembunyi disela sela hutan pala yang menjulang tinggi itu.
Di punggung sebuah tugu pura tersebut di pahat patung Garuda, seekor burung mistik yang di dalam cerita Samudramantana dikisahkan sedang mencari tirta Amerta di dasar samudra, kemudian atas jasanya oleh Betara Wisnu, dihadiahkan seteguk kepadanya, akhirnya Garuda menjadi kendaraan setia Bathara Wisnu.

Legenda lain menceritakan bahwa penghuni hutan tersebut adalah prajurit kera yang kelelahan di dalam pertempuran membunuh Rahwana. Kera kera itu jatuh bersamaan dengan bungkahan gunung dan hutan yang dipakai menghimpit tubuh Rahwana kemudian menetap di hutan itu.
Cerita lain juga mengatakan bahwa seorang putri kerajaan Mengwi bernama Mayangsari yang sedang kasmaran, gagal bertunangan, akhirnya melarikan diri ke hutan terdekat dan menjadi seorang pertapa. Di dalam pelariannya itu dia tidak memakai sehelai pakaian pun, sehingga harus memakai rambutnya yang panjang untuk menutupi bagian tubuhnya yang paling terlarang. Dia gagal mewujudkan impiannya dan meninggal secara gaib. Masyarakat setempat percaya, bahwa dewi itu kini menjadi Bethari Mayangsari.

Sedikit Tentang Sangeh

Taman Wisata Alam Sangeh, mungkin memang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, padahal Sangeh terletak di sebuah pulau terkenal di Indonesia yaitu Bali. Taman Wisata Alam Sangeh terletak di Desa Sangeh, Badung, Bali, sekitar 20km dari Denpasar.



Taman Wisata Alam Sangeh memiliki pesona wisata hutan yang banyak dihuni oleh ratusan kera. Kera kera Sangeh dahulu memang dikenal sangat liar dan seringkali mengganggu para pengunjung. Kera Sangeh juga dikenal sangat jahil, karena seringkali mengambil barang-brang pengunung yang akan dikembalikan bila kera-kera tersebut diberi sepotong makanan. Namun sekarang kera Sangeh tidak lagi seliar dan sejahil dahulu, karena sekarang kera-kera tersebut telah diurus dengan baik.


Kera Sangeh juga memiliki beberapa kelompok yang masing-masing kelompok memiliki satu pemimpin. Namun, kelompok-kelompok tersebut memilki pimpinan teringgi atau bisa dibilang raja dari seluruh raja kera yang ada di Sangeh. Pemimpin tertinggi ini berdiam ditempat yang paling luas di. Ditempat rajakera ini tinggal terdapat sebuah Pura Yang sangat terkenal kesakralannya yaitu Pura Bulit Sari. Entah bagaimana caranya, pemimpin kera dipilih karena memiliki kekuatan dan kharisma yang sangat luar biasa. Bahkan mereka memiliki hak-hak yang lebih dibanding kera lainnya, seperti saat mengawini kera betina atau saat mendapat jatah makanan. Bisanya raja kera akan mendapat jatah pertama sampai ia puas, sebelum memberikan jatah tersebut pada kera-kera lain.



Sebagian besar kawasan hutan wisata ini, menjadi tempat bermukim kera, hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan para pengusaha untuk membuat beberapa kios tempat menjual beraneka ragam \ cinderamata. Hutan wisata ini memang banyak ditumbuhi tanaman pala (dipterocarpustrinervis). Menurut informasi hutan pala ini telah berumur ratusan tahun, bahkan diantara pohon pala tersebut konon ada yang telah berumur lebih dari tigaratus tahun. Menurut pengelola Taman Wisata ini, Hutan Wisata Sangeng dibuat sebagai taman dari kerajaan Mengwi. Agar terlihat cantik taman ini ditanami pohon pala yang khusus didatangkan dari Gunung Agung. Sebenarnya rencana pembuatan
taman ini sangat dirahasikan namun akhirnya pembuatan taman ini diketahui oleh beberapa orang, akibatnya pembuatan taman itu dihentikan, hingga akhirnya kawasan itu diberi nama Sangeh, yang artingya ada orang yang melihat.

Misterii Pohon Pala

Jika kita sempat mengunjungi taman wisata ini, kita pasti akan tertarik dengan keindahan pohon pala yang tumbuh dihutan ini, karena selain tumbuhnya lurus, pohon pala juga memiliki kayu yang sangat bagus. Namun anehnya, menurut beberapa sumber pohon pala Sangeh konon tidak bisa ditanam ditempat lain. Hingga orang-orang yang ingin memiliki kayu pohon Pala tidak pernah kesampaian.
Ada hal menarik diceritakan oleh para pengunjung dan pengelola Taman Wisata Sangeh tentang sebuah pohon yang telah tua dan akan roboh. Dari perkiraan banyak orang, pohon tersebut akan roboh kearah Pura Bukit Sari, namun kenyataanya semua ternyata melenceng. Awalnya pohon tersebut akan ditebang namun tidak ada yang berani karena takut mendapat kutukan.



"Sekitar awal Januari, akhirnya pohon itu roboh sendiri, mengarah ke barat daya. Persis antara bangunan Bale Kulkul dan Pewaregan, sehingga hanya sedikit sekali menimbulkan kerusakan, hanya pada tembok luar Pewaregan saja. Ini mengherankan karena seharusnya pohon itu tumbang persis di bangunan utama pura," kata Sumohon. Selain pohon pala, masih ada tanaman yang terkenal di hutan Sangeh. Masyarakat setempat biasa menyebutnya Pohon Lanang Wadon, karena bagian bawah pohon itu berlubang sehingga menyerupai alat kelamin perempuan, sedangkan di tengah lubang tersebut tumbuh batang yang mengarah ke bawah yang terlihat seperti alat kelamin pria. Pohon itu tumbuh persis di pelataran depan tempat wisata Sangeh dan sebenarnya merupakan pohon pule.



Di Bali, pohon pule memiliki banyak keistimewaan karena kayunya sering digunakan untuk keperluan khusus, misalnya, membuat topeng yang dipakai sebagai sungsungan. Masyarakat kadang-kadang ada yang meminta kayu pule itu, kata Subawa. Tetapi, tentu saja tidak boleh begitu saja orang mengambil kayu atau dahannya karena harus disesuaikan dulu hari baiknya serta memberi persembahan sebagai tanda minta ijin.

Penutup.
Nah.. Hampir sama kan dengan Pohon Beringin??
Mohon Komentarnya..
Salam.
[[Baca Selengkapnya....]] "Sangeh, Misteri Pohon Pala..."

Senin, 22 November 2010

Banner

Ini Link Banner Dari Teman-Teman...
Buat Yang Maw Pasang Bannernya Silahkan Hubungi Saya.
Tentunya Dengan Ketersediaan Anda Memasang Banner Saya.

blog bliyanbayem


sharing knowledge for us all




KAPLUT Pengetahuan

ArtclSpot

Salam. [[Baca Selengkapnya....]] "Banner..."
 

Peringatan Dini !!

Protected by Copyscape Online Infringement Detector

Bookmark

Share |

Format Akses Sisi Lain Lewat Handphone

Mobile Edition
By Blogger Touch

Yahoo Massanger

Get snow effect

Followers